Friday, 10 April 2015

Seperti Seharusnya

Dia

            “Hayu, Nid! Yang lain sudah kumpul,”
            “Aku kira kalian masih di sana,” aku duduk di jok belakang motornya.
            “Sudah siap?” ia membalikan kepalanya, ia melihat keadaanku.
            “Sudah,” tanganku melingkar ke pinggangnya.
            Tak ada reakasi apapun. Aku mengangapnya hanya seorang saudara. Hari ini gelap, waktu menunjukan pukul 9 malam. Aku tak pulang ke rumah. Kami rapat seadannya. Hanya ditemani lampu yang temaram. Tanganku berpangku ke pundak Kang Deddi dan tangan kiriku berpangku ke pundakmu.
            Lama aku perhatikan apa yang dibicarakan Kang Deddi. Rasanya ini adalah sebuah konsfirasi ini adalah sebuah konspirasi. Seperti yang terjadi pada aksi-aksi action lainnya. Kang Deddi memikirkan konsepan untuk acara esok. Bagaimana agar menarik? Tidak bosan dan kami mendapatkan kesan baik dimata mereka.
            “Jadi, gini kamu jangan kaku. Kamu seksi acara, kamu harus interaktif ...!” Kang Deddi memandangku.
            Aku tahu, pertanyaan itu ditunjukan untukku. Secara tidak langsung aku mengerti dengan apa yang diucapakannnya. Sementara tangan Kang Ahmad, mengambil tanganku. Ia mengelus tanganku. Cukup lama. Rasanya aku menikmati suasana ini. ini rasanya hal yang paling romantis yang pernah aku rasakan.
          Apakah ini efek dingin saja ia melakukan itu? atau memang dari hati?
         Kamu merangkul tanganku. Aku rasanya terhipnotis dengan adanya keadaan itu. aku menikmati keadaan itu. ini kemesraan yang tidak aku dapatkan dari siapapun. Kamu tetap jutek kepadaku, namun ini rasanya ini seperti perlakuan seorang kekasih.
            Kang Deddi berdiri, aku dan dirinya ikut berdiri. Kami masih membuat konsepan acara untuk keadaan esok. Ia, menggenggam tanganku sambil kita berjalan. Kami menuju lapangan. Ini masih dalam lampu yang yang temaram dan dicahayai dengan bintang-bintang dan bulan.
            Rasanya ini, ah .... aku dibawa ke alam dimana aku jatuh cinta lagi. Apakah benar aku sudah tidak memikirkannya lagi? Ah, suasana ini membuat jiwaku pergi ke langit ke tujuh melayang bersama rasa yang bernama jatuh cinta. Debaran jantungku berdebar sangat kuat. Namun, mulutku terlalu keluh untuk berucap kepadanya, “Apakah ini?”
            Aku menikmati keromantisan ini. Lama kami berkonsep, pukul 11 malam.
            “Saya, pulang dulu ya,”
            “Loh, kenapa pulang? nanggung kan?” tanyaku.      
            “Biasa ada itu tuh,” itu tersipu.
            Aku tahu, itu karena ada Yayang.
          Di sini hanya ada kami,  aku dan dia. Aku masih menikmati keromantisan malam ini. Kami berjalan menuju saung. Tak ada kata yang kami ucapkan. Apakah kami masih ragu dengan apa yang kami jalani ataukah kami terlalu keluh untuk berucap?
          Di saung ini, kami sudah berada ada Hadi dan Dian yang mengikuti kami. Entah apa yang pikirkan mereka terhadap kami.
            “Harusnya ....” ucap Hadi kepadanya.
          Lagi-lagi diskusi dimulai. Tangann tetap memegangku, menggenggamku. Aku tahu ini rasanya tak wajar jika untuk hubungan adik dan kakak.
         Aku bertingkah manja kepadanya. Aku menyenderkan kepalaku kepadanya. Ia tak bergerak sedikit pun. Ia tak berkeberatan sedikit pun.
            Aku pernah mengingat dimana ia, A Risto berkata, “Kamu harus move on dariku.”
            Inikah? Dia yang membuatku move on? Jika ia, jangan membuatku bingung. Itu saja. Satu hal yang ingin kukatakan.  Hilangkan hati tentang dia, aku ingin itu.
            Kamu memegang jemariku, “jemarimu itu, jelek!”
            “Kenapa?”
            “Tak bersuara ketika aku menariknya,”
            “Itu menurutku,”
       “Itu hanya pikiranmu saja,” aku mengambil nafas panjang. Kembali aku menyenderkan kepalaku. Aku menghembuskan nafas panjangku. Mataku terlelap.
            “Tidur?”
            “Aku mengantuk,”
            “Tidurlah dipundakku,”
           Kamu membuatku tenang. sulit untukku ucapkan rasa yang ada dihatiku saat ini. berjuta warna, inikah rasanya jatuh cinta lagi?
         Benarkan ini cinta? Bila benar ini cinta, maka aku akan ucapakan, “Aku jatuh cinta kepadamu”
         Bolehkah aku berucap, “bolehkah aku menjadi pacarmu?”   
    Sayang kata-kata itu tak bisa aku keluarkan. Mulutku terlalu keluh. Seakan keadan ini menghiptonisku untuk mengucapkan hal itu.
       “Terimakasih untuk malam ini,” dia membisikannya ke telingaku. Tangannya menggenggam tanganku.

***Bersambung***

Monday, 24 March 2014

24 Maret 2014

harusnya catatan-catatan di blog ini adalah catatan ilmiah, artikel atau cerpen-cerpen yang biasa saya buat tapi untuk kali ini izinkan aku kembali menulis seperti dahulu. seperti aku mempunyai blog pertama kalinya. jika kata sudah tidak bisa berkata, izinkan tulisan-tulisan ini menjadi caraku untuk berbicara. aku tidak akan pernah berbohong dalam tulisan-tulisan ini.

hari senin, awal dari semua hari. semua rasa terus bercampur di hari ini. gelisah, senang dan malam ini tepat di pukul setengah sembilan malam aku kembali menangis. semua rasa bercampur di hari ini. pertama, tentang hati yang mungkin katanya sedang dijatuhi cinta.

Mr. MF, kali ini aku hanya berani menyebut inisialnya di sini. aku sendiri masih kebingungan dengan segala perasaan yang hadir untuknya. benarkah cinta atau entahlah. aku mencoba merasakan semuanya, merasakan resah yang membawa namanya dengan baik dikalbuku.

kedua, bahagia kali ini tentang dua orang makhluk yang sepertinya Tuhan kirim untukku. kita tertawa membahas masa depan yang kita sendiri tidak tahu akan jadi apa nantinya.

"Mun urang kawin maneh rek ngado naon?" Nabila yang bicara. anak itu memang sedikit putus satu atau dua kabel yang ada di kepalanya.

mulai saat itu kita membayangkan, jika Nabila menikah. aku membawa sepasang boneka barbie dan Silvi membawa rumah-rumah barbie yang sangat besar. bisa dibayangkan, jika hal itu memang benar-benar terjadi?

setelah aku puas tertawa hingga aku menangis. aku benar-benar dibuat menangis dengan seorang kakak yang biasa aku sebut Abang. nama aslinya Cecep Rahmat Nugraha. Di pertengahan maret kemarin dia wisuda selamat dan maaf aku tidak bisa datang dari awal. tapi bukan aku tidak menyanyai Abang.

hal ini yang sebenarnya ingin kutulis. tentang aku, Kembara dan Abang,
airmata yang harusnya terhenti sejak 5 menit tadi, kali ini kembali turun. semua kenangan, semua ruang sepertinya sangat jelas merekam semuanya.

pertama kali aku mengenal kampus, mengenal manusia-manusia yang di kampus melalui Abank dan Kembara. Yang hari ini terjadi, entahlah mungkin ini hanya perasaan saja. Abang akan pergi meninggalkanku. ini rasa takut dari seorang adik yang ditinggalkan kakaknya.

sebenarnya ada hal yang ingin aku ucapkan kepadanya, sayangm kata iu selalu saja tertutup. kata terima kasih untuknya. hari ini banyak yang menyebut, aku banyak berkembang, banyak berubah dan aku menyadari itu. salah satu orang yang mengubah aku, ya Abank.

untuk PMII sendiri, hari ini aku telah menjadi ketua KOPRI Komisariat. jabatan yang cukup berat dan salah satu orang yang mendidikku hari ini Abank. Motivator terbaik yang aku miliki ya Abank. masa-masa terindah adalah ketika setiap tulisanku ditolak, sampai hari ini juga ditolak dan Abank masih ada untukku memberikan sejenis wejangannya untukku menulis.

bukan hanya itu, Abank emang selalu keras untukku. apalagi ketika aku melakukan kesalahan fatal di PMII, Abank langsung marah kepadaku. yang nggak enak itu, kalau Abank marah cuma ngediemin aku.

semuanya masih terekam jelas di kepalaku tentang Abank.
aku tahu perpisahan itu memang ada untuk setiap pertemuan, tapi aku masih belum bisa kehilangan salah satu kakak terbaik yang aku miliki.

Sunday, 16 March 2014

Maret di Tahun yang Baru

Maret di tahun yang baru, kali ini tahun yang berbeda saja. semua aktifitasku sama sama seperti tahun yang lalu. Hanya saja saat ini aku menjadi sebuah ketua di salah satu organ ekstra kampus. Ketua KOPRI (KOPRS PMII PUTRI) Komisariat UIN SGD Cabang Kabupaten Bandung. Kuliahku mulai beranjak ke jenjang yang lebih tinggi, semester 6. bukan angka sedikit, mengingat di semester 8 aku harus lulus.

!7 Maret, aku mengawali hari seperti biasa. satu hal yang tidak bisa pernah terlepas dalam hidupku, menulis. semoga tahun ini target dan cita-citaku bisa tercapai di bilang menulis. karena menulis, kali ini aku bisa bercerita tanpa melalui lisan. Jika lisan telah terbungkam, maka izinkan tangan dan penaku terus mengukir kata yang mewakili lisanku.

Di awal bulan Februari, aku mendapat kabar salah satu artikelku bisa dimuat dengan baik di salah satu media cetak Aceh. prestasi yang baik di awal tahun. semooga dengan ini semuanya bisa berjalan baik-baik saja. aku bersama PMII dan bersama kecintaaanku menulis.

Friday, 27 December 2013

Catatan yang Nggak Harus Dibaca

kadang kalau udah harus berhadapan dengan blog, saya bingung harus nulis apa. Bukan karena saya tidak mempunyai ide, karena ide saya ini terlalu kontroversi. menyangkut tentang agama. saya nggak akan membuka forum bebas di sini.

saya ingin bercerita tentang .....
posting satu hal tulisan saya. cuplikan novel saya, yang nasibnya ditolak penerbit terus.

Satu :Kenangan

               2 Juni 2012.
            Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-20. Sayang, kali ini aku sendiri. Aku masih mengharapkan. ARA, seseorang yang berada di masa laluku. Pukul 4 sore, kaki ini terus melangkah keluar.
            “Seandainya saja dia datang mengucapkan ulang tahun kepadaku” khayalku sambil menuruni tangga gedung W.
            ARA, aku masih memikirkan ARA. Empat bulan sudah aku tanpanya, tapi hingga detik ini bayangannya tentangnya masih terekam jelas dalam pikiranku. Sudah kubunuh, tetap saja menyuruak dalam pikiranku. Kisah yang singkat, tapi begitu membekas dalam hati. begitu istimewanya. Kisah itu masih sangat jelas dalam ingatanku.Aku tak pernah menyesal bertemu dan melukis kisah dengannya.
            Aku membayangkan wajahnya yang sampai sekarang masih terukir rapiih dalam hatiku.
            Saat ini terkadang aku merasa menyesal dengan apa yang terjadi. ini salah ketololan terbesar dalam hidupku. berpacaran dengannya. ARA, harusnya aku tak berpacaran denganmu. Kakiku terus melabgkah melewati jembatan kecil menuju sekretariat KEMBARA.
            Dalam otakku teringa ucapanya.
“Insyaallah ga akan.”
Aku berusaha membencinya. Apa yang ia ucapkan ternyata palsu. Saat ini ia tidak aktif lagi di KEMBARA. Sementara, KEMBARA di kampusnya masih berkembang. Saat ini tidak ada lagi yang mengembangkan kembara.
“Aku menyesal.” Ucapku dalam.
Aku mengulang setiap detik bersamanya. Kegiatan mata kembar begitu indah. Ia pancarkan aura keartisannya kepadaku, ia tebarkan pesonanya hingga aku terpana. Aku terpana pada pertama kali bertatapan dengannya. 31 Oktober adalah kali pertama aku mengenalnya.
“A, darimana?” Tanyaku saat itu.
Agenda olahraga bersama mulai mengakrabkan aku.
“Assalamu’alaikum” Ucapku.
Langkah kaki ini terlalu cepat. Saat ini aku sudah sampai di sekretariat KEMBARA. Otakku semakin keras memutar ingatanku tentangnya.
“Ko lesu?” Tanya Kang Dede yang berada di tengah rumah beserta noteboknya.
Aku mengabaikannya. Aku terus berjalan kaki. Teman-teman yang lain berada di tengah rumah. Ada yang menonton TV, berdiskusi ala pejabat, Bermain kartu sebagai salah satu hiburan diri.
“Kemana, Fah?” Tanya Ahmad.
Aku tetap mengabaikannya.
“Eh.. ko gitu?” Tanya Ahmad kembali.
            “Kamu kenapa?” Tanya Kang Agis.
            Aku mengabaikanya kembali.
            Entah kenapa hatiku berubah haluan. Kristal-kristal air mataku kini seperti ada di pelupuk mataku. Ia hampir keluar mengisyaratkan tentang hati. Aku menuju kamar yang kosong.
            Kristal-kristal air mataku kini terjatuh dan membasahi pipiku. Kenangan demi kenangan menghinggapi otakku. ARA, kembali memenuhi otakku.
            ”Bisakah aku lupa ingatan?” Pintaku dalm hati.
            Aku baringkan tubuhku pada kasur. Aku rebahkan dan mulai menenangkan hatiku. gemerincik air mulai menari-nari di atas genteng. aku semakin menangis.
            “Kenapa kamu?” Tanya Ahmad.
            Aku terdiam sejenak. Berusaha menghapus air mata yang jatuh.
            “Cuma kelilipan,” Jawabku ringan.
            “Aku ikut tidur. Jam 4 bangunin. Aku mau pulang.” Tambahku.
            “Ok.” Ucapnya sambil berlalu.
            Otakku kembali mengingatkan kenangan tentangnya.
            Satu-persatu kenangan saat mata kembali diputar otakku. Saat ini aku masih mengharapkan kau kembali. 4 bulan bukan waktu yang sebentar untukku, tapi bayangan tetangmu masih menghinggapi otakku.
            Sempat aku berpikitr untuk pergi dan berpaling dari KEMBARA, tapi apakah karena masalah hati aku korbankan organisasi? Kepentingan umum aku korbankan? Aku rasa itu terlalu egois. Biarlah hati yang terluka, tapi aku masih bisa melihat orang lain tersenyum.
            Disini aku belajar tentang hidup dan arti keluarga. Apakah hal indah ini aku korbankan demi masalah hati? 
            “Aku masih disini untukku setia.”
            Beberapa bulan berlalu darinya, aku tetap sendiri. Tak ada yang bisa mengisi ruang-ruang cinta dalam hidupku lagi. Hanya ia bisa luluhkan aku. Rubah hidupku. Jika ia memang jodohku, kembalikan ia dalam pelukanku, jika memang bukan hapus ia dalam pikiranku. Aku tersiksa.
            Kenangan terasa begitu sangat getir saat aku berupaya untuk melupakannya. Aku, di sini berjuang memulihkan hidupku. Mengembalikan hidupku tanpanya di sisiku. Aku bukan wanita lemah. Aku masih bisa hidup tanpanya dan bersama kenangan itu.
            Ini hanya masalah waktu saja agar aku bisa melupakan, tidak. hal itu tidak bisa aku lupakan, tapi pembelajaran. Semua akan baik-baik saja. aku dan tanpanya di sini.
            “Ini hanya masalah waktu saja bukan?” Aku menyakinkan diriku sendiri.
            Move on. Ini kembali kepada diriku sendiri. Melindungi diriku, bersama kenangan-kenangan itu tanpa harus melibatkan oranglain dalam lingkaran yang menyakitkan ini.

            “Aku harus bisa move on!”

Tuesday, 17 December 2013

Kembali tentang hujan

*Nurdiani Latifah

sebenarnya ini adalah tulisan saya di blog sebelah. Masih tentang hujan, karena bulan ini hujan selalu turun, makanya tidak ada habisnya tulisan tentang hujan.

kadang ada berbeda tentang hujan, ada kisah tentang kerinduan juga di sana. Kisah tentang hati yang tertaut kepada kenangan. Kdang ada sedikit getaran yang kita sendiri juga tidak tahu itu getaran apa. Sedikit resah dan ingatan kepada seseorang yang telah mengukir di hati. Bukan begitu?

tapi dibalik getar rindu dan resah ada manusia yang selalu mengutuki hujan. manusia, makhluk jenis apa mereka? Hidup dengan otak yang kerjaannya menggerutu. Menggeruu tentang apa yang Tuhan berikan. kenapa dirinya saja yang tidak digerutuki?

Aneh bukan?

satu menit yang lalu, saya bersama seseorang yang saya juga tidak saya kenal. Dia berkata, "Ah.. Hujan!! naju saya basah! kenapa mesti hujan? Jemuran saya tidak kering!"

manusia itu sepertinya bertugas hanya menggerutu. dikasih panas menggerutu, dikasih hujan sama saja. Apa harusnya langit berikan?

padahal sedikit saja untuk bersyukur dan sejenak meresapi langit, pastinya akan menikmati semua kenikmatan yang ada. Air yang jatuh dari langit itu, tidak pernah marah atau memastikan dirinya untuk jatuh atau tidak. Dia juga tidak pernah menyalahkan langit ketika kilat dan gelegar menghiasi langit.

air yang turun itu, menikmati tugasnya dengan apa adanya. tidak pernah menolak. bagaimana dengan manusia? coba saja manusia bisa seperti air yang turun dari langit. dunia ini pasti tidak akan dipenuhi oleh suara yang mengutuki langit. damai. suara-suara itu hanya membuat polisi suara saja!

Bandung, 18 Desember 2013

Thursday, 12 December 2013

Tentang Perempuan

*Nurdiani Latifah

Desember, kembali hujan. bukankah ini adalah waktunya untuk hujan? kenapa para manusia terus saja mengutuki langit ketika hujan turun? beberapa bulan belakangan bukankah manusia sangat menginginkan hujan? Lalu, kenapa saat hujan  turun manusia menangisinya?

Sudahlah!
Tak usah mengutuki kembali langit .
 Lihat saja iar yang jatuh, tidak pernah mengutuki langit walau mereka tengah bertengkar antara geledeg dan kilat. manusia, jenis makhluk apa selalu seperti itu?

Untuk mengisi blog ini saya sedikit kebingungan. Oh... Iya kemarin saya kebetulan menonton film Soekarno. Untuk kaum pergerakan, Soekarno sangat menjadi idola. baik pemikiran ataupun untuk oratosinya. tapi untuk saya pribadi, saya tidak sepakat dengan banyaknya wanita yang ada di samping Soekarno. 

ngomongin tentang perempuan, karena saya perempuan. berita tentang perempuan itu sangat menarik rupanya. Menyambung tentang film yang saya nonton kemarin. ada dua hal yang saya tanggap. Gerakan feminisme dan karakter perempuan.

mengenai dengan gerakan feminisme, biasanya kita sering mengenal gerakan 4 gerakan feminisme, yaitu : feminisme liberal, feminisme sosialis, feminisme radikal dan feminisme maxsis. tapi bagi saya gerakan feminisme hanya ada 3 yaitu feminisme sosial-humanis, feminisme tradisional dan feminisme radikal. berbeda dengan yang lain. ini menurut pengamatan saya untuk di Indonesia.

menyoroti tentang peran perempuan yang ada di film Soekarno, yaitu Inggit dan Fatmawati. keduanya membawa pesan tentang gerakan perempuan. dimana Ibu ingit mengambil aliran alisan sosial-humanis dan Ibu Fatmawati mengambil gerakan feminisme tradisional. Ibu dengan sifat keperempuanannya bisa mengambil sifat tangguh, membantu Soekarno dengan apa yang dia lakukan. bekerja meramu jamu dan lain sebagainya. Sementara Ibu Fatmawati, dia seseorang yang cerdas dan cantik. Setelah menikah dia hanya bekerja pada ruang-ruang domestik yang biasa perempuan lainnya lakukan.

keduanya memang tidak salah. sama-sama perempuan. hanya saja, dalam film tersebut Ibu Inggit lebih terlihat kuat dengan sifat perempuannya. hanya saja untuk Ibu Fatmawati sendiri, sedikit disayangkan hanya bekerja dalam ruang-ruang domestik.

hm... kayanya hanya sekian yang saya tulis. keburu nggak ada ide untuk menulis. ada yang masih gereget? monggo ditunggu komentarnya.

Salam

Monday, 9 December 2013

Gerakan 1000 Buku untuk semua titik di KBB

*Nurdiani Latifah

Ok, sepertinya saya saat ini sedang ingin banyak bercerita. Tadi saya memposting tentang mhasiswa, lalu saat ini saya ingin memposting tentang buku. Buku itu katanya gudang ilmu dan jendela dunia. katanya, tapi memang benar. dari buku kita bisa melihat dunia, tidak usah berkunjung ke negara yang kita inginkan. Tinggal baca dan kita dapat menikmati negara yang kita inginkan itu. Asik bukan kalau begitu?

lalu, berapa banyak buku yang sudah dibaca?

nah, untuk daerah tertinggal, buku sepertinya barang mewah dan sulit untuk di dapat. membeli ke toko buku saja susah. katanya, bagi warga-warga yang berada di pedalaman desa. untuk Kabupaten Bandung Barat, ada 16 titik yang membutuhkan buku. tepat di tanggal 29 november 2013, KEMBARA (Keluarga Mahasiswa Kabupaten Bandung Barat) resmi memberikan buku di  desa muka payung, hal ini didasari agar masyarakat sekitar dapat melihat dunia yang  luas. Dan masih banyak 15 titik lainnya di Kabupaten Bandung Barat nantinya.

buku-buku yang diberikan ini didapat dari setiap anggota KEMBARA. bukan hanya itu, kembara juga saat ini menggelar gerakan membaca 1000 buku di sekretariat Cibiru. dari gerakan buku ini, nantinya bisa diharapkan anggota kembara ini bisa membuat atau menulis 1000 buku juga. Insyalllah.

nah, sahabat-sahabat atau dulur-dulur yang mau menyumbangkan bukunya untuk Kabupaten Bandung  Barat, bisa Asep Bunyamin alias ASBUN,Anak Raden Juragan Nangka alias ARJUNA. se-org anak desa,satria piningit dr tanah pasundan (hehe) sdg mnyrahkan bantuan buku kpd prwkilan warga dlm Gerakan Cinta Buku;Membangun Peradaban Membaca.Anda akan ikut andil mmbangun pradaban dgn amal buku ?(baru/bekas) utk ddistribusikan ke kmpung2 pdalaman mngajak&mmbudayakan ksdaran mmbaca kpd warga trutama anak2,remaja&generasi mudanya. Silahkan anda hubungi ke no dia:087825530009/PIN:27F18B4A. 

Save Mahasiswa

* Nurdiani Latifah 

Ngomongin mahasiswa kayanya nggak akan beres deh. mahasiswa itu biasa dan identik dengan nama agen of change dan agen of control. Satu lagi saya lupa apa. tolong dicari ya. Apalagi saat ini malah banyak tindakan kekerasan terhadap mahasiswa. Yang paling baru ya di Jawa Barat 4 mahasiswa asal Kabupaten tasik di tanggap polisi gara-gara nangkap bukti kalau bupatinya korupsi dan kongkalikong tentang permasalahan pasir besi. 

katanya polisi itu teman yang baik untuk masyarakat, tapi ini kok nangkap mahasiswa? apa nggak bisa ya ngmong pake mulut dulu? kalau gitu percuma dong punya mulut? #ups

mahasiswa beriak itu karena sudah melihat hal yang tidak menyenangkan dan tidak asik untuk berada di kehidupan lagi. zaman sekarang kayanya udah letih deh ngomongin kejujuran dan keadilan kayanya udah bosen deh. makanya mahasiswa di sini bertugas untuk menengahi yang tidak adil itu. 

mengenai kasus mahasiswa yang ditanggap ini, siapa yang ditahan? yang ditahan di polisi itu salah satu teman saya yang bernama Agus Mugni dari PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) cabang kabupaten Tasik. ngomongin tentang polisi, hampir sama ya sekarang ini. apalgi di media masyarkat dipaksa untuk tidak dapat lagi percaya dengan polisi apalagi dengan berbagai isu yang terjadi di masyarakat hari ini. banyak loh, info tentang polisi yang cunihinlah, melakukan pencabulan atau apalah yang bikin masyarakat sudah jenuh dengan keadaan polisi. 

di tambah dengan polisi lalu lintas yang seenak jidatnya tilang orang. apalgi kalau pas lagi tanggal tua, itu sangat menyebalkan. katanya polisi itu adalah salah petugas yang menegakan hukum? ngomongin tentg hukum, hukum di Indonesia sendiri ternyata tumpang tindih dan masih merujuk pada hukum yang dibuat Belanda dulu. Padahal jelas saat ini Belanda sudah tidak menggunakan produk hukum itu pada sekarang. bisa dikaji lebih lanjut lagi, berarti Indonesia itu mengkonsumsi produk gagal ya?      
 
 Selain daripada itu juga, hukum di Indonesia ternyata masih tumpang tindih. antara UUD dasar dan lain sebagainya. inilah kelemahan hukum di Indonesia, ini juga yang menyebabkan hukum dijalankan semau gue. ini juga yang menyebabkan polisi bertindak sekehendaknya dengan menggunakan kekerasan. bukankah orang Indonesia itu terkenal sangat lembut dan tidak anarkis? 

solusinya? 
kita harusnya bisa kembali kepada sumber hukum yang sebenarnya. Al-qur'an? tidak juga. kita juga mesti melihat Indonesia itu terdiri dari berbagai agama. bukan hanya islam, jadi al-qur'an tidak cukup baik untuk kehidupan negara. nanti ditakutkan akan menimbulkan kecemburuan diantara umat beragama. hukum di Indonesia harus terdiri dari hukum yang mencakup berbagai agama. satu lagi tidak ada lagi ketumpang tindihan satu hukum ke hukum yang lainnya. 

bukankah Indonesia itu banyak orang pintar dan bergelar propesor atau juga banyak pengamat hukum yang baik. kenapa tidak dimanfaatkan agar terjadinya hukum yang baik dan semua stakeholder bisa menjalankan dengan baik. inilah yang menjadi tugas besar dan tugas pokok bagi seluruh masyarkat. serta tidak ada lagi tindakan kekerasan yang terjadi di Indonesia.

Wednesday, 4 December 2013

Save Aktifis STI (Serikat Tani Indramayu)

Akhir-akhir ini banyak sekali kasus yang menangkapan mahasiswa., yang paling baru adalah penangkapan beberapa mahasiswa yang melakukan aksi menolak WTO. Untuk Jawa Barat terdapat dua kasus, yaitu penangkapan aktifis STI (hari ini sedang berlangsung sidang) dan penangkapan aktifis PMII yang menolak penambangan pasir besi.

Untuk kasus aktifis STI sendiri, saat ini  PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) JAWA BARAT sedang melakukan pengawalan sidang ke enam di Pengadilan Negri Bandung. Permasalahan yang diajakan sangat sepele, tapi dalam tuntutan dikatankan "pengerusakan barang pemerintah"

Sebenarnya tidak ada aksi pengerusakan barang pemerintah, yang ada hanya menuntut tanah untuk dibebaskan. Dalam permasalahan ini, aktifis STI ini menuntut keadilan. Masa iya tanah yang selama ini dilakukan untuk bertani diambil begitu saja untuk pembuatan bendungan?

Harusnya kita bisa berpikir lebih logis. jika tanah untuk bertani, untuk menanam padi saja diambil, maka dari mana lagi kita akan mendapatkan beras? Tanah di Indonesia sendiri semakin sedikit. Lahan pertanian berkurang, persawahan sudah jarang ditemukan yang pada akhirnya sering terjadi banjir.

Sering terjadinya banjir ini karena sirkulasi air yang ada di bumi terhambat. Sawah dan beberapa tanah lainnya diganti dengan menggunakan beton. sehingga tanah serapan yang ada di Indonesia sendiri berkurang. Sementara air yang turun dari langit itu sangat banyak.

Masih ingat tentang sirkulasi air yang ada di bumi?
Hujan turun lalu diserap tanah, lalu mengalir sampai ke pantai setelah itu menguap diserap langit dan kembali hujan.

Jika tanah serapan makin berkurang, pantas saja saat ini di beberapa daerah banyak terjadi banjir. Terjadinya banjir ini, sekarang malah main salah-salahan. Nggak introspeksi diri dari dari setiap stekholder yang ada.

mahasiswa hanya menuntut keadilan. tuntutan yang dibuat sepertinya tidak logis. Pengerusakan barang milik pemerintah sebenarnya tidak terjadi. Ingat tidak terjadi! Itu hanya dibuat-buat!

Cape ya denger yang dibuat terus? kalau makanan sih enak dibuat-buat. Bisa dimakan, kalau isu? jadinya kan bohong? bener kan?


Thursday, 14 November 2013

Ojeg Payung Masuk Kampus

sebenarnya saya menulis di sini hanya untuk meluapkan kekesalan saya dengan apa yang terjadi di kelas. ah... sudahlah. karena karena langit walau sedang menangis selalu saja membawa indah bagi yang peka merasa indahnya tangan Tuhan.

saya memutuskan berlari di tengah hujan dengan asil pakaian saya basah. satu hal yang mungkin bagi mata saya itu aneh. ojeg payung masuk kampus. aneh, baru kali ini saya melihat ojek payung. eh... dua tahun yang lalu, saya juga pernah pake ojeg payung.

hal yang dirasa adalah miris. ya... miris. anak kecil hujan-hujanan. hal pokok yang selalu hadir dalam benak wanita, "gimana kalau anak itu sakit?"

sebenarnya ada banyak hal yang menjadi faktir kenapa anak kecil itu tuba-tiba saja bekerja sebagai ojeg payung.

1. karena ekonomi.
hal klasik memang jika alasannya ekonomi. bantu ayah atau ibu yang sudah tidak bekerja.
2. Asik mendapatkan uang sendiri
ini loh, memang mewah terjadi di hati anak kecil. mendapatkan uang sendiri itu rasanya kaya bisa terbang ke langit ke tujuh.
3. asik hujan-hujanan
hujan-hujanan, memang asik. asik bersama tawa dan menikmati gelap langit. itu yang indah dan tidak lagi bisa dirasakan manusia. kdang manusia semakin sibuk dengan apa yang dikerjakan dan apa yang dipikirannya. melupakan alam yang senantiasa selalu indah.

hujan, selalu indah apalagi ketika terjadi siang. akan ada pelangi jika ada matahri setelah hujan. indah bukan langit itu?
kadang kita juga butuh banyak tafsir tentang langit. bahkan tentang hujan kali ini. ada yang berkata, "langit itu sedang memangis."
ada juga yang berkata, "ini ujian untuk manusia yang selalu mengutuki bumi"
ada juga, "bersama jatuhnya hujan, jatuh juga kenangan dia di hatiku."
ada lagi, ini kata-kata untuk orang yang lagi pacaran,"Romantis!!!"
buat yang jomblo apa?
"tarik selimut lagi! waktu tidur di perpanjang!"


Cibiru, 14 November 2013

Thursday, 17 October 2013

Pribadi Saya

aku sering menuliskan sesuatu dalam note facebookku. sepertinya itu hanya menjadikan saya sebagai seseorang yang menjadi galau. itu facebook loh. bukan pribadi saya yang sebenarnya. terkadang saya punya seribu wajah untuk mereka dan satu wajah untuk diri saya sendiri.

adalagi?
entahlah...
bagian dari blog ini membuat saya hanyut tentang diri saya sendiri. saya sebenarnya siapa? apa? atau ada yang sedang memata-matai saya dalam tulisan saya?
silahkan! saya tidak melarang. itu hak anda.
tapi anda akan menmukan pribadi yang rumit dalam diri saya.
sangat rumit.

jum'at pagi...
ini jumat yang indah.
saya tidak akan berbicara tentang rasa di sini, tapi ini tentang logika saya saja.
ada banyak hal yang ingin saya bicarakan. banyak hal yang membuat saya makin kerdil.
menikmati hidup saya dan diri saja itu waktunya. itu yang harus terjadi hari ini. itu saja. saya dengan tulisan saya, ini waktunya saya bersama diri saya.

waktuku untuk diri sendiri. mengembangan potensi dan mengembangkan apa yang saya punya. itu saja.

Wednesday, 25 September 2013

Mencoba bertanya

ini salah satu tulisan saya di blog, tentang apa yang ada di pikiran saya. tentang sebuah perbedaan yang sudah tidak lagi asik bagi mereka, bukan untuk saya.

dalam blog ini, saya ingin mencoba bertanya tentang apa itu perbedaan. saya juga berusaha menjawab apa itu perbedaan. semoga sahabat-sahabat yang membacanya bisa faham perbedaan dalam versi saya.

manusia itu sudah ditakdirkan untuk hidup berbeda. saya dan kamu pasti akan berbeda itu untuk bisa membedakan mana saya dan mana kamu. lalu, bagaimana mungkin manusia bisa hidup dalam kemasan yang serba disamakan? akan terasa menjemukan bukan? akan terasa duia yang dijalani itu tanpa warna? bukan begitu?

dunia yang berbeda harus kita syukuri, manusia sudah menjadi fitrahnya berbeda. anak kembar saja berbeda. bagaimana kita yang diciptakan berbeda? di sini dalam kehidupan berdunia, manusia mencoba memahami apa itu perbedaan. memahami manusia yang sesungguhnya dalam fitrahnya.

kita tidak bisa egois memaksakan apa yang kita mau, bukankah dalam ber-PMII kita sudah mengenal aswaja? di sana untuk manusia yang ber-PMII akan mengerti apa itu manusia dengan fitrahnya masing-masing.

hidup itu indah, jika kita bisa saling mnghrgai perbedaan. gak usah kekeuh peteukeuh. lihat kondisi, jangan sampai menjatuhkan manusia-manusia yang lain. adanya perbedaan membukakan mata agar kita menghargai semua kerja keras dan jati diri manusia.

bagaimana cara memahami kehidupan ini? perbedaan yang membedakan manusia?
membaca? membaca apa?
membaca keadaan, membaca buku agar tidak terjemak pada pemikiran yag egois. tanpa melihat keadaan yang ada.

terkadang dalam tulisan di sini, saya selalu larut dengan emosi saya.
semoga dengan menulis saya bisa mengatur emosi saja.

salam.
Nurdiani Latifah

Mahasiswa Bisa Apa?

Mungkin namanya juga manusia, berkicau di dunia nyata tidak dianggap. Maka jatuhnya di dunia maya. Inilah saya, Nurdiani Latifah. di tengah-tengah kegalauan saya tentang masalah hati (cinta), di tengah-tengah masalah keluarga, di tengah-tengah masalah akademik dan satu lagi di tengah-tengah saya bekerja (tentunya masih seputar nulis yang bisa menghasilkan uang saku tambahan) saya bikin note ini. sebelumnya saya minta maaf dengan datangnya note ini.

yang ingin saya tulis di note ini adalah tentang isu kenaikan BBM. beberapa hari yang lalu, saya bersama sabahat-sahabat saya, melakukan aksi (Demo) tentang penolakan kenaikan BBM, tapi sayang. tetep aja pemerintah ketok palu tentang persetujuan kenaikan BBM. kadang saya sendiri, merasa ironi. saya yang merasa bangga dengan kata "mahasiswa" tidak bisa melakukan apa-apa. aksi ke jalan pun terkadang merasa percuma. pemerintah tidak mendengarnya sama sekali.

kadang saya berpikir, percuma jadi mahasiswa kalau keadaannya kaya gini. ngerubah keadaan pun tidak bisa. katanya agen of sosial, agen of control dan satu lagi agen of change. keadaan yang mencekik rakyat pun tidak bisa mahasiswa rubah.

kalau pemerintah sudah ketuk palu, mahasiswa bisa apa? terkadang kita hanya bisa menonton tentangg kekuasaan-kekuasaan yang terjadi di parlemen. lihat saja, ketika PKS yang menolak tentang kenaikan BBM, malah PKS akan dikeluarkan dari koalisi. kongkalikong lagi, kongkalikong lagi.

lihat lah, di Indonesia ada ada 10-15% komoditi usaha kecil dalam artian, membuka lapangan kerja sendiri. jika BBM naik, mereka bisa apa?? katanya rakyat indonesia harus cerdas, membuka lapangan kerja sendiri. kalau kaya gini UKM-UKM tersebut akan mati.

Katanya mahasiwa harus cerdas. ah... sudahlah. mahasiswa bisa apa?

lalu, ketika pemerintah sudah ketok palu, mahasiswa bisa apa? mahasiswa hanya bisa berkoar dalam facebook-facebook atau twitter-twitter mereka. Ironi. seperti saya ini. terkadang, kebebasan berpendapat menjadi bumerang yang kadang tidak sedikit orang hanya karna mengeluarkan pendapat di penjara.

mahasiswa bisa apa? saya ini mahasiswa semester 4 jurusan fisika, harusnya saya dengan keadaan seperti ini sudah bisa memberikan solusi lain tentang BBM alternatif, sayangnya saya terkekung oleh dunia akademik. lagi-lagi dihadapan dengan tugas kuliah, dengan remidial, atau pun yang lainnya. saya yang bodoh atau saya yang bego atau tolol??satu lagi di dunia kampus, orang-orang yang pintar adalah orang-orang yang mendapat nilai sempurna. bukan seperti saya yang dibilang pas-pasan.

lagi-lagi mahasiswa bisa apa? diam, melihat dan meradang.

satu fakta yang ada, bagi teman-teman saya yang sudah mengembangkan dirinya dengan BBM alternatif, mereka bisa berbangga diri, sayangnya pemerintah tidak cepat tanggap. lagi, ide-ide kami, langkah gerak kami dikekung oleh pemerintah.

Ya, mahasiswa bisa apa untuk zaman sekarang. film-film romantis tentang cinta seakan menghiptonis kami untuk bisa menangis dan tertawa terbahak-bahak. Mahasiswa dan kebiajakan pemerintah, kami bisa apa? kadang, saya letih jadi mahasiswa, nggak bisa menghasilkan apa-apa.

gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. mahasiswa bisa apa? meninggalkan apa bisa nanti saya mati dengan kata mahasiswa.

Hidup yang (akan) Mudah

Bagaimana sahabat, apa kabar semua?
ini bukan tentang retrorika seorang kader PMII, tapi ini bagaimana cara memaknai kehidupan yang manusia sendiri menyadari hidup itu rumit dan sulit. hidup itu bukan rumus fisika, tapi hidup itu sesuatu yang indah. lihat saja, jika kita memaknai sebuah daun. dia kadang terbawa angin, mereka seperti hidup bukan?? daun-daun mereka ibarat tangan, akar mereka ibarat kaki. jika tersapu oleh angin, tubuhnya bergerak dengan indah bukan. ke kanan dan ke kiri. tapi, itu jika saya yang memandangnya. tapi jika orang lain, tidak akan memandang seperti itu.

jadi yang menjadi permasalahan saat ini adalah cara pandang kita. saya dan kalian itu akan berbeda cara pandang. saya akan melihat sebuah pohon dan kelembutan angin. kalian mungkin tidak. bagaimana dengan tugas manusia? dengan kehidupan yang sudah Tuhan atur ini, kita hanya akan diizinkan mengubah cara pandang saja. akankah menjadi mudah atau menjadi sulit saja?

kita akan terjebak dengan masalah yang memaksa kita merengek, menangis, atau apalah yang biasa kita sebut mengeluh. OK, hidup itu akan mudah. selalu mudah. hidup itu, akan tenang sebagaimana dengan pikiran kita. hati yang tenang, akan mengolah otak untuk berpikir tenang pula.

salah satu ketenangan itu, kita bisa mengambil nafas yang sangat panjang dan dalam, oksigen yang kita hirup akan terbawa ke otak. otak yang stress itu karena otak kita kekurangan oksigen. pengambilan nafas ini, akan menambah pasokan oksigen di otak kita.

saya ingin mengutip sebuah lelucon diantara kumpulan saya dengan sahabat-sahabat saya, "ih... kamu jangan ngegurung-gusuhin aku!!!"

saya catat gurung-gusuh. dalam bahasa sunda, kata tersebut mempunyai arti cepat-cepat. masih ingat dengan sesuatu yang dikerjakan dengan cara terlalu cepat? bukankah hasilnya tidak akan terlalu bagus?? ya... cepat boleh, tapi kita juga harus mengikuti aturan main yang sudah ada bukan?

aturan apa, aturan yang kita buat untuk menjadi baik. bukan begitu sahabat?

saya memilh tidak tidur ntuk malam ini, karena saya tadi siang sudah tidur. itu aturan yang saya buat untuk membiarkan tubuh saya akan agar tetap sehat bukan? ini cara pandang saya untuk hidup saya lebih baik dan lebih santai saja.

mengubah kehidupan itu tidak bisa, karena kehidupan manusia sudah Tuhan atur sedemikian rupa dan manusia hanya bertugas untuk mengubah cara pandangnya saja agar hidup terasa lebih baik dan bermakna. sedih, senang, pahit, manis (kaya permen nano-nano) biarkan ada dan kita rasakan.

Cibiru, 26 September 2013.
Nurdiani Latifah

Sunday, 22 September 2013

mencoba memahami hidup

sepertinya saya tidak punya hak untuk berkata apapun dalam bentuk umpatan, kekesalan karena itu hanya membuang energi dalam diri saya. hidup itu akan mudah, seperti yang kita pandang. bukan begitu? saya saat ini berusaha menikmati setiap liku kehidupan tanpa harus mengumpat atau apalah yang membuat emosi saya naik atau turun.

nikmati semuanya bukan? saya mulai memahami sebuah jiwa yang selama ini tidak pernah terlihat oleh jiwa-jiwa yang lainnya. kakak saya (Farhan Zam-Zam), sebuah jiwa yang tenang, tanpa ada emosi setiap detik yang nampak pada kami.

satu hal, ketika hidup di jalani dengan suatu pandangan yang berbeda, kita akan bisa membuat diri kita tenang. bukan begitu?

manusia kadang bertindak tanpa akal, padahal secara kodrati manusia itu diciptakan beserta akal mereka yang melebihi dari makhluk apapun yang Tuhan ciptakan. Saya manusia, kalian manusia, menggunakan akal adalah salah satu fungsi dari manusia.

Tapi, Tuhan menyisipkan nafsu untuk kita marah. ah... dengan apapun itu, tidak di benarkan manusia itu memakai nafsunya secara berlebihan.

Demi apapun yang ada di sekitar saya hari, Minggu 22 September 2013 saya tidak marah dengan apa yang saya lihat.

katanya ketika manusia berkata tidak marah (tolong digaris bawahi), manusia itu akan marah. tapi ini yang terjadi pada saya, tidak ada satu kemarahan yang Tuhan ciptakan untuk saya kali ini.

Monday, 19 August 2013

tulisan saya



ini dua tulisan saya yang dimuat di media massa.

Siapa yang salah?

lama nggak nge-blog, kangen juga ya cuap-cuap di dumay.

kali ini gue banyak baca buku. tentunya ngebuka gue tentang dunia yang selama ini tertutup. tentang diri gue, pemahaman dalam otak gue, banyak hal deh. Intinya dengan membaca kita semakin dewasa memahami kehidupan.

gue kuliah di UIN SGD Bandung ngambil pendidikan fisika. kenapa gue ngambil fisika? ah... itu sih masa lalu, nggak usah gue bahas di sini. Yang jelas gue kudu ngejalani kehidupan gue sekarang di sini. bicara masa depan??? Hm... Kayanya gue juga nggak tahu nantinya apakah gue bakal jadi guru atau nggak. Gue jadi sadar, bahwa sekarang di dunia pendidikan masih banyak yang perlu dibenahi. diri gue, lembaga, bahkan termasuk sistem.

Bulan Oktober tahun 2012 kemarin artikel gue dimuat di Batak Pos dengan judul, "Sisi Gelap Pendidikan Indonesia" sekarang gue bicara tentang pendidikan lagi. Kemarin gue sempet wawancara sama anak SMA, sekolah katanya nggak asik. malah dia benci dengan sekolah. Menjemukan.

Banyak ide yang terkekang di sana. Sayangnya, banyak yang nggak sadar. gue jug baru sadar, bahwa gue di sekolah hanya di didik menjadi manusia pekerja. Sampai gue kuliah hari ini nggak ada yang menciptakan gue menuju apa yang gue mau. selalu saja, gue kaya bayi yang di suapin dengan materi-materi. katanya sih membimbing, nyatanya nggak!!

Kalian tau nggak, kalian di sekolah kalian hanya di jadikan robot!!!
ini loh yang terjadi pada dunia pendidikan hari ini

1.      Proses belajar yang berorientasi kepada akademik
2.   Latihan yang selalu berulang 
3.   Instruksi terstruktu
4.   Pengajaran satu arah 


Gue setuju pendidikan itu penting, tapi apakah ada jalan lain selain lembaga formal untuk kita mendapatkan pendidikan? jenuh, rutinitas yang seperti itu terus, kegiatan menjadikan mahasiswa/murid seperti pengajar mau. inget!!! kita itu bukan pengajar, tapi kenapa gue di kampus hanya dijadikan sebagai tenaga pengajar?? bukan pendidikan?? kenapa gue harus selalu dikasih materi untuk menghapal?
menghapal = menjadikan manusia menjadi robot. 

 

Monday, 22 April 2013

ini hidup gue

buat orang-orang yang nggak tahu gue sebenarya, deket dan bisa menerima gue apanya. OK di sini gue bongkar gimana hidup gue. gimana keadaan kampus gue.

gue ini adalah satu satu anggota. Ups, bukan anggota!! tapi kader!! inget kader!!! soalnya gue udah PKD kemarin di garut. Gue KADER PMII RAYON TARBIYAH KOMISARIAT UIN SGD BDG CAB. KAB. BANDUNG.

ok semakin sibuk dengan keadaan psikologis orang-orang di sekitar gue. apalagi, satu ini bukan universitas tetang kognitif, tapi ini universitas kehidupan yang membuat gue semakin dewasa. satu yang masih belum bisa bikin gue dewasa yaitu CINTA. ini dalam artian pacaran. kisah cinta ini selalu saja berending pait. gue nangis dan ujungnya sakit hati.

3 hal yang gue pantangin dalam kehidupan cinta.
1. gue nggak akan pacaran sama orang satu organisasi (PMII, KEMBARA)
2. satu kelas
3. satu kelas.


tadinya gue hindari gue gue nggak aktif fi oraganisasi gue, tapi kalau gini cranya. ah... mending pacaran satu organisasi aja. eh... eh... masih aja gue galau. gimana kalau gue nggak aktif akhirnya? bukannya organisasi adalah ruang-ruang belaja gue? ruang-ruang mendewasakan diri gue??

ah... galau lagi.
udahlah. blog ini kayanya udah banyak nampung kegalauan gue.
terus???
ah... udahlah. ini salah satu bahan diskusi gue tentang hidup gue.
bukan saat-saat gue berada di forum diskusi yang bisabertanya atau berargumen tentang apa yang gue ketahui. ini sisi di balik diri gue di dunia nyta gue.

Sunday, 14 April 2013

Ini Tentang Hati

Sorry sebelumnya kalau gue ngedumel dulu karena kelakuan bodoh gue. sajdhjaruyrbhjnamfjsh. berhubung susah ngomong jadinya ketikannya gue rusak!! hahah *ups.

karena gue orang eksak (kumaha sih nulisna?)
kayanya nggak penting deh buat sekarang gue ungkap isi hati gue. kerjaan gue, organisasi, tugas kampus sama tugas nulis gue masih banyak. sorry, gue kesampingkan dulu hati  gue, tapi gue bener-bener galau sama apa yang gue rasa. dan rasanya gue pengen bilang, "Bolehkah saya merinduimu?"

itu saja, tapi gue ngirim sms ke dia pun nggak berani. OK, lupakan. lupkan. tugas gue masih benyak. ada lagi yang ingin gue bilangin, majalah tirev garapan gue di PMII Cabang Kabupaten Bandung, Komisariat UIN SGD Bandung tepatnya untuk tataran Rayon khususnya Rayon Tarbiyah dan Keguruan bentar lagi terbit. huah... seneng banget. sekarang gue rasanya pengen meledak setelah jatuh bangun bikin majalah itu.

satu lagi, Thank's buat Abank Cecep Nugraha yang udah motivasiin gue. Oh.. iya Bang Gyma yang udah motivasiin gue. satu lagi, Bang Zem yang besok kerjain buat ngerjain desaign cover depan sama belakang. ini gara-gara gue nggak becus masalah  corel.

hore!!!!
rasanya ingin teriak deh kalau kaya gini, tapi kayanya belum poool.
Ok, sahabat-sahabat semua bantuin gue ya. :D

Monday, 8 April 2013

sakit katanya...

ok... di sini gue pengen ngedumel. siapa pun itu yang gue sebut di blog ini sorry!! tapi kayanya masih baik hati untuk tidak marah di sini.

hari ini gue sakit tepatnya sudah hampit 5 hari yang lalu. kayanya kecapean dan yang paling konyol, obat yang gue beli dari doktek nggak gue minum. Plak!
jujur gue males untuk munum obat. efeknya selalu ngantuk. sementar kerjaan gue masih banyak. apalagi sekarang, gue sibuk di akademik beserta tugas. apalgi gue masih belum UTS Elektronika 2. huah... sengsara. mana gue ulangan sendiri nanti karena gue hari jum'at kemarin nggak masuk karena sakit. dezig!

sumpah ya. sakit ini menyebalkan sekali. gue jadi keganggu aktifitas gue. pileklah dan lain sebagianya. ini yang paling gue males dari sakit.

kalau kata Arizal Syaputra sama Arif teman baru gue yang hampir satu bulan gue kenal. mereka pasti bilang, "S.A.B.A.R"

Ya... gue kudu sabar menghadapi ini. terutama sakit yang gue alami. gue kudu tetap bergerak. jangan kalah sama sakit yang gue alami. pasti bisa!

Oke... buat temen-temen yang baca blog gue, gue minta doanya biar gue bisa sembuh. sekarang gue bisa tahu  kalau sehat itu mahal. terkadang gue selalu begadang dan ngabaikan kesehatan gue.

satu lagi, kemarin sampai hari ini, gue rungsing gara-gara satu "BULETIN" pergerakan gue di rayon. Ok, dengan bangga gue sebut  kalau gue kader dari PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Kom. UIN SGD Bandung Cabang. Kabupaten Bandung.